Tipe Traveler Setelah Pandemi Covid19 Mereda



Hi Traveler,


Karna banyak yang direct email Joana untuk membahas tipe traveler setelah pandemi yang disebut tipe tipe New normal kali ini Joana baru akan review setelah kemarin selama 1 bulan mengikuti Webinar dari Mark Tourism yang membahas TOURISM CRISIS WEBINAR: THREAT AND OPPORTUNITY.




Selama 1 bulan lebih semua aspek dibahas oleh orang - orang hebat di Industri Pariwisata, mulai dari perwakilan Kementrian Pariwisata dan Industri kreatif, perwakilan dari Mark Tourism Bpk. Hermawan Kertajaya dan ahli ahli lainnya yang kalau disebutkan disini sepertinya terlalu panjang. Pembahasannya mencakup persiapan menghadapi covid19 dari sisi Keuangan, Operasional, Marketing, PR, Brand, dan semua pekerjaan yang harus di handle seorang chief everything officer :).



Memang yang dibahas merupakan persiapan dari sudut pandang Manajemen bukan dari traveler, namun selama 1 bulan kami juga berdiskusi memprediksikan kira - kira apa yang menjadi tipe traveler ( Consumer behaviour - traveler) setelah pandemi. Ini adalah hasil dari diskusi tersebut, semoga bisa membantu para stake holders mempersiapkan destinasi, hotel, travel dan jasa - jasa lain yang dibutuhkan kami para traveler.



1. Traveler sangat Memperhatikan kebersihan

Sudah bisa ditebak pastinya oleh kalian yang pertama dan ini sesuatu hal yang mutlak, mereka sangat memperhatikan kebersihan dan ini harga mati bagi mereka. Definisi kebersihan disini bukanlah hal internal yang ditunjukkan pemberi jasa seperti kebersihan mobil, kebersihan destinasi atau kebersihan para pekerjanya. Namun lebih dari itu, kebersihan yang bisa dirasakan dan diberikan kepada orang lain. Stake holders pariwisata harus bisa memberikan tools kebersihan seperti tempat cuci tangan, di lokasi - lokasi umum.


2. Traveler Kepo Destinasi/Usaha anda

Kita berada dimasa dimana orang - orang bisa mengakses informasi dengan mudah. Begitu juga dengan para traveler yang ingin menggunakan jasa anda. Mereka bisa mencari di google dengan mudah apakah usaha anda memiliki issue covid19 dan bagaimana usaha yang anda bangun melakukan pencegahan penyebaran covid19. Jadi pertanyaannya saat ini joana kembalikan kepada semua stake holders. Apakah kalian sudah mempublish kegiatan - kegiatan preventif kalian di social media di masa pembatasan sosial skala besar ini? Bpk. Hermawan Kartajaya memiliki pedoman teori yang bagus :



Dimasa ini, kalian jangan berfokus pada problem saja, namun kepada solusi yang harus kalian persiapkan setelah kondisi membaik. Jadi selain melakukan usaha survival selama masa sulit ini, juga preparing untuk menghadapi di masa ketika sudah ada kebijakan kelonggaran dari pemerintah.


3. Jarak (Stay cation) Mode on!

Setelah ini banyak traveler mempertimbangkan jarak ketika traveling. Mereka lebih memilih lokasi wisata yang cenderung dekat dan tidak jauh. Ada istilah stay cation dimana traveler menghabiskan waktu di hotel di kota mereka dan berwisata di kota mereka. Keputusan traveler untuk berpergian jauh cenderung kecil. Jadi bagi pengusaha lokal siapkan budget beriklan untuk area sekitar anda dulu sebelum menghabiskan budget untuk potensial market yang berada jauh dari lokasi anda.



4. Traveler Concern Rating Google My Business

Bagaimanapun juga rating mempengaruhi kepercayaan traveler berkunjung ketempat anda, sebaiknya anda mempersiapkan benteng yang kuat ketika tiba - tiba mereka mengakses google my business milik anda dan menemukan anda tidak memmiliki sensitivitas terhadap informasi yang anda tampilkan di google.



5. Traveler Giat Mencari Ticket discount

Kita tau kondisi ekonomi membuat orang menghadapi krisis, begitu juga dengan traveler. Bagaimanapun juga kondisi saat ini sudah membuat wisata adalah needs bukan lagi wants namun kita juga harus sadar saat ini kondisi ekonomi sedang tidak begitu baik, jadi peluang bagi kita untuk memenangkan market melalui promo discount yang bisa stake holders berikan dan promokan sebelum usaha anda di bidang wisata running.


Strategi Pelaku Pariwisata Menyambut Wisatawan setelah Pandemi mereda

Jadi diatas adalah tipe - tipe traveler yang harus rekan bisnis ketahui sebelum menjalankan bisnis setelah pandemi ini selesai. Di Artikel selanjutnya Joana akan sharingkan rekomendasi teknis yang joana berikan kepada lokasi wisata yang sudah dikenal banyak orang Bukit Rhema dalam upaya penyambutan balas dendam traveling dari traveler, Upaya dan persiapan dan strateginya!


Noted :

Materi Foto diambil dari Slide presentasi Team Markplus Tourism




About Me

Joana Wenas - Founder Travellers Cantik Indonesia was born in Bekasi Indonesia in June 1990. She has been travelling 24 provinces Indonesia and 3 continent around the world

 

Read More

 

© 2020 Travellers Cantik Indonesia x Tourism Ministry Indonesia

Join My Mailing List
  • White Facebook Icon