3 Langkah Mempersiapkan Bisnis Pariwisata Menghadapi New Normal



Salam Thoughtful Indonesia, baru dua hari lalu kita dengar kalau Mentri BUMN Bpk Erick Thohir mengeluarkan surat edaran bahwa meminta Direktur Utama BUMN menjalankan protokol tahapan New Normal mulai dari 25 Mei, kemudian mulai 8 Juni Bpk. Erick mengizinkan sektor jasa wisata seperti tempat wisata dan online ticket & cistern scan bisa kembali beroperasi. Kabar gembira untuk kita semua bukan!



Namun kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, disini Joana Akan bahas 3 hal yang harus kita lakukan untuk siap menuju Opening usaha kita besok di bulan Juni! Jangan sampai sensitivitas kita tidak terasah sehingga muncul masalah dikemudian hari ketika kita membuka usaha kita.



Yang pertama adalah mengetahui market anda yang sesungguhnya. Opps! bagi anda yang sudah mendirikan usaha sudah cukup lama jangan terlalu yakin kalau market kita akan selalu sama, karena semua tidak akan sama lagi setelah adanya corona, jadi telaah lagi lebih detil. Dibawah saya lampirkan 1 slide dari hasil penelitian Markplus mengenai Market mana yang sebaiknya dimenangkan di awal ini bagi industri pariwisata selagi masa post normal masih jauh dimata :



1. Target Market


Jadi disini bisa disimpulkan bahwa ternyata Hubungan antara umur semakin tua semakin ogah mereka melakukan perjalan wisata [Baca profile traveler wisata setelah pandemi] untuk lebih jelasnya. Jadi bisa disimpulkan kalau di masa New Normal kita prefer fokus di market umur 18 - 34 tahun di 3 bulan awal. Walau kita tau bahwa basket size mereka tidak besar, at least ada transaksi setiap harinya


2. Menggali Kebutuhan Traveler


Sebelum corona menjadi pandemi global, faktor budaya, pertumbuhan ekonomi, dan faktor demografi yang menjadi pendorong traveler berwisata. Mereka punya uang, mereka ingin melihat destinasi dan budaya di tempat lain. Namun saat ini ada faktor kesehatan yang menjadi faktor yang menjadi pertimbangan dan kebutuhan traveler. Jadi apakah Usaha pariwisata anda sudah memiliki protokol kesehatan ? Disebut protokol kesehatan karena bersifat prosedural dan wajib dilakukan untuk kebaikan atau pencegahan dari sesuatu yang tidak diharapkan. Dan hal ini berkaitan dengan protokol ke team Internal dan traveler.



Untuk mengali kebutuhan traveler lebih dalam bisa kalian baca di [ Alasan Traveler melakukan Traveling setelah pandemi ] agar kalian semua bisa lebih dalam membuat stimulus / campaign yang tepat untuk market yang dipilih.


3. Creating Demand atau Menciptakan Permintaan


Bagi Bapak - Ibu pengusaha pariwisata yang ternyata sudah menerapkan semua hal diatas ada satu lagi hal yang perlu bapak - ibu lakukan yaitu sampaikan hal itu ke konsumen karena bagaimana traveler tau kalau jasa yang kalian punya sudah ready kalau tidak di stimulus untuk tau melalui social media - Karena sejauh ini Joana bekerja di bidang digital strategist Social media adalah tools terbaik untuk mendapatkan awareness.

[Mau beriklan di Instagram travellerscantik klik disini]



Ada trend yang joana lihat dan ini terjadi hampir disemua pelaku usaha pariwisata, setelah masa pembatasan skala besar dilakukan banyak pengusaha pariwisata juga berhenti update di social media, website mereka dan berhenti menunjukkan mereka eksis. Padahal hal ini penting, banyak hal yang bisa di eksplor, salah satu contoh yang baik saya ambil dari Kawasan Wisata Bukit Rhema, mereka tetap eksis di website dan social media dengan bercerita bahwa mereka juga pernah mengalami masa sulit seperti pandemi saat ini check di instagramnya [klik disini].



Joana juga terkesan dengan yang dilakukan Bandung, mereka sudah creating demand dengan membuat video See you in Bandung :



Jadi saran terakhir adalah buat campaign dan sebarkan ke konsumen dengan pesan kalau usaha Bapak - Ibu siap menyambut traveler! Jadi itu semua adalah rekomendasi travellers cantik berdasarkan Materi research dan Diskusi round table webinar CMO yang diadakan Markplus. Semoga menginspirasi kita semua dan mempersiapkan bisnis kita untuk siap menghadapi protokol baru di era new normal, pstt karena waktunya sudah dekat.


Salam Thoughtful Indonesia.


Joana




About Me

Joana Wenas - Founder Travellers Cantik Indonesia was born in Bekasi Indonesia in June 1990. She has been travelling 24 provinces Indonesia and 3 continent around the world

 

Read More

 

© 2020 Travellers Cantik Indonesia x Tourism Ministry Indonesia

Join My Mailing List
  • White Facebook Icon